Menjalani kehidupan itu merupakan hak dan kewajiban setiap orang. Termasuk segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan itu sendiri, mulai dari peristiwa membahagiakan yang mengundang tawa dan senyum. Hingga peristiwa menyedihkan yang tidak jarang mampu membuat kita menitikan air mata.
Dalam menjalani kehidupan setiap orang pasti berbeda - beda, ada orang yang sehari - hari menjalani kehidupannya dengan bekerja keras hingga larut malam, menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Namun ada juga yang menjalani kehidupan sehari - hari dengan bersantai - santai dan menunggu aliran uang datang sendiri kepadanya. Karena setiap kehidupan sudah dianugerahkan kepada setiap orang berdasarkan usaha yang dilakukan orang tersebut untuk kehidupannya.
Namun tidak jarang dari kita termasuk saya yang masih suka membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Melihat si kaya dapat dengan mudah membeli barang - barang baru yang menjadi keinginan kita itu merupakan salah satu peristiwa yang sangat menyesakkan bagi kita.
Tapi berkacalah pada diri sendiri, tanyakan pada diri kita sendiri apakah kita pantas mendapat kesempatan seperti itu? apakah kita dapat mengemban tanggung jawab ketika kita berada diposisi tersebut?
Tidak jarang orang yang gagal mengemban tanggung jawab atas jabatan, kekayaan, bahkan anugerah lain yang Tuhan berikan kepadanya. Banyak penyalah gunaan atas anugerah tersebut yang justru membuat dia melakukan kesalahan yang seandainya dia tidak memiliki semua itu mungkin dia tidak akan melakukan kesalahan tersebut.

Ketika melihat orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita, renungkanlah bahwa sebenarnya Tuhan sudah memberikan hal yang lebih dari cukup untuk kita. Bayangkan saat kita diposisi mereka, apakah kita sanggup menghabiskan waktu kita untuk bersusah payah mencari nafkah bahkan ketika usia kita masih sangat muda. Kita membuang waktu bermain kita untuk mencari rejeki agar bisa membeli makan.
Bayangkan saat kita yang sekarang ini masih bisa bertanya "ibu, nanti siang makannya apa?besok enaknya kita makan apa y?", namun mereka? untuk bertanya seperti itu pun mungkin sudah tidak terpikir oleh mereka, yang ada dibenak mereka mungkin hanyalah "apakah besok kita masih bisa mendapat rejeki untuk membeli makanan sebagai pengisi perut?".
Coba renungkan, seberapa kuat mereka menghadapi kerasnya kehidupan mereka dan tanpa keluhan. Dengan ikhlas mereka menjalani kehidupan yang mereka miliki. Bahkan untuk bercita - cita seperti kita saja seakan hanya menambah beban pikiran untuk mereka.
Maka kawan renungkanlah apa yang kita miliki sekarang merupakan yang terbaik yang memang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Kalu merasa kurang segera pantaskan diri kita untuk mendapat lebih karena sebenarnya kehidupan ini kita yang terntukan