cinta...cinta...cinta...
sebuah kata yang hanya terdiri dari 5 huruf namun memiliki makna yang hingga saat ini belum dapat diuraikan dengan pasti, karena cinta memiliki makna tersendiri pada tiap orang.
cinta...kadang indah, namun tak jarang menyakitkan, karena cinta seseorang bisa serasa terbang dihembus nikmatnya cinta. Ataupun meringis tertancap tajamnya cinta.
Dan pada akhirnya cinta dijadikan sebuah alasan untuk berbuat negatif. Tidak jarang remaja sekarang menjadikan cinta untuk berbuat maksiat (baca : freesex). padahal esensinya cinta adalah sebuah kalimat ungkapan tulus dan suci layaknya cinta Tuhan kepada hambanya, cinta seorang ibu kepada anaknya bahkan sejak masih didalam kandungan, cinta seorang ayah yang menjadi motivasi untuk bekerja menghidupi keluarganya, cinta seorang guru untuk mencerdaskan murid-muridnya, dan masih banyak lagi esensi cinta nan suci itu.
berat memang menganalisis mana cinta yang tulus dan cinta yang beralasan karena sudah semakin pandainya kita menyelipkan kata cinta sebagai alasan.
namun yang harus kita tahu, cinta yang sesungguhnya tidak mempunyai alasan untuk membuatnya bersemi dan tidak menuntut balasan.
adakah dari kita yang merasa lelah mencari cinta?
sepertinya tidak. mencari cinta bagaikan mencari ketenangan jiwa, siapa diantara kita yang akan berhenti mencari ketenangan jiwa?bahkan seorang perampok dan pembunuhpun akan terus mencari ketenangan jiwa. Begitulah layaknya kita semua dalam pencarian cinta, pencarian akan cinta yang bisa memberikan rasa aman, nyaman dan indah.
mari kita sebarkan cinta dalam hidup kita, dan bersiaplah mendapatkan cinta dari kehidupan
Jumat, 25 Maret 2011
Sabtu, 12 Maret 2011
Orang malas adalah orang yang berhenti sebelum dia lelah, dan orang rajin adalah orang yang tetap berusaha bahkan ketika ia sudah lelah.
Mungkin kita semua sudah mengerti dan pastinya sudah dapat membedakan apa itu malas dan apa itu rajin. Tapi sadarkah kita bahwa kita masih sering melakukan kemalasan bahkan jarang sekali kita menjadi orang yang rajin. Berkali – kali kita mencoba memotivasi untuk rajin belajar, selalu semangat mengerjakan tugas dan lain sebagainya. Namun sadarkah kita kalau kita masih suka berhenti saat kita merasa lelah padahal kelelahakn itu belum seberapa.
Seperti yang pernah terjadi pada 2 orang sahabat saya, sebut saja si A dan si B yang sangat berbeda dalam hal kerajinan. Ketika ada sebuah tugas besar dari salah satu mata kuliah yang waktu itu kami ikuti, saat si A mengerjakan tugas tersebut dengan sangat bersemangat bahkan mengurangi waktu tidurnya untuk mengerjakan tugas tersebut. Dia pasti menyadari bahwa tubuhnya sudah sangat lelah untuk mengerjakan tugas tersebut, namun dia tidak berhenti sampai disitu dan tetap berusaha mengerjakan tugas itu. Berbeda dengan si B yang baru sebentar mengerjakan tugas tersebut sudah merasa lelah dan berhenti. Hasilnya bisa ditebak sendir saat si A yang berusaha dengan rajinnya berhasil menyelesaikan tugas itu dan bersantai – santai bahkan saat si B masih bergelut dengan tugas tersebut.
Maka cobalah untuk tetap berusaha dan jangan langsung berhenti walau kita sudah merasa lelah. Karena belum tentu kelelahan itu tidak bisa kita atasi. Dan perhatikan apa yang terjadi!!!
Langganan:
Komentar (Atom)
