Senin, 11 April 2011

Tekanan itu adalah pendorong kita untuk berusaha semaksimal mungkin. Nikmatilah tekanan itu

Tekanan   =   pressure -----à gk tahan -----à stress  -----à gila
Banyak orang yang memilih untuk menghindari tekanan dalam hidupnya. Bahkan orang mengganti hal yang ditujunya ketika mengetahui bahwa hal itu penuh banyak rintangan dan tekanan.
Dan hal itu yang menurut gw sangat salah…..
Ini cerita yang mungkin dapat menginspriasi kalian (para remaja kayak gw.. hahahha…) yang mungkin akan mau menghindari tekanan itu:
Kebanyakan remaja/mahasiswa menghadapi tekanan dalam hidupnya diantaranya tekanan deadline tugas, tekanan harus ngirit duit gara-gara jatah seminggu kurang cukup (bagi kalian yang ngekos), tekanan uts dan uas yang makin menggila, tekanan deadline kegiatan yang harus kelar secepatnya, dll.
Oh rasanya udah kayak mau pecah kepala ini kalau dihadapkan pada tekanan yang bertubi-tubi (asikkan), apalagi kalau ini terjadi dalam satu hari dan keesokkan harinya harus dikumpulin semua. Kalau  bisa teriak sih mau teriak sekenceng-kencengnya… (he….)
Gw mengenal dan meklasifikasi sifat/cara orang menghadapi tekanan :
1.     Orang yang memilih untuk lari dari tekanan itu
Hal ini banyak terjadi pada orang-orang yang kebanyakan ada pada azas “kupu-kupu” > “kuliah pulang, kuliah pulang”. Mereka lebih memilih untuk mengurangi kegiatan dan berfokus pada satu hal yaitu belajar. Gw harus belajar, gak boleh main-main, organisasi gk penting, udah ah lomba gk penting jg, yang penting ip gw bagus, nantinya gw bisa lulus cumlaude dan syukur-syukur gw jadi mapres. (sorry bagi kalian yang ngerasa, ini hanya menurut gw loh). Orang seperti ini otomatis tidak akan melalui banyak tekanan dan melalui hidupnya dengan tenang, seperti air di danau (asikkan).
2.     Orang yang super sibuk tipe 1
Be realistic guys… Orang yang seperti ini adalah orang yang hard worker (mau dianggepnya) tetapi padahal mereka adalah orang yang menyusahkan diri mereka sendiri. Mereka seperti orang yang tidak punya ketakutan bagaikan orang yang senang kalo dia menabrak karang (jangan- jangan seneng kalo didepannya neraka. He…
Mereka sangat berkebalikan dengan orang tipe 1 menurut gw. Mereka adalah orang yang sangat aktif dimana deadline mereka dimana-mana. Gw ada rapat sampe malem tiap hari secara gw ketuanya, belum lagi les jepang tiap selasa-kamis, belum lagi sabtu minggu ada acara yang mesti gw datengin, deadline kuliah pun banyak, tugas numpuk, laporan numpuk, belum lagi bentar lagi uts/uas yang gw belum pernah belajar sama sekali (punya bukunya aja belum).
Tapi what’s wrong with it? I’m one of this person???
Liat dulu ia kelanjutannya
Apa yang mereka lakukan kalau deadline semua ini ada dalam hari yang sama? Mereka menghindarinya. Mereka lebih memilih memiliki alibi apapun biar salah satu atau banyak dari deadline ini gk terjadi besok. Malah parahnya banyak diantara mereka yang memiliki satu alasan pamungkas yaitu : SAKIT. Menurut mereka, pada saat mengalami tekanan ini, mereka cenderung mengeluh, hanya mengeluh. Mereka menyalahkan keadaan, kenapa sih deadline nya mesti barengan? Apa gak kasian gitu sama gw???
Aduh guys, emang kerjaan lo bakal selesai apa kalo cuma ngeluh aja???

3.     Orang super sibuk tipe 2
Orang ini sama seperti orang sibuk tipe 1 yang memiliki kegiatan seabrek-abrek. Dan bisa aja deadline harinya dalam hari yang sama.
Tapi  bedanya orang ini gk banyak ngeluh, orang ini cenderung selalu tersenyum ngadepin semua ini,  orang ini malah beranggapan wah untung ia ada tekanan kayak gini, jadinya tugas gw bisa selesai deh. He…
Orang ini adalah tipe orang yang terorganisir. Orang yang memiliki jadwal dari semua kegiatannya, dari semua tugas-tugasnya dan orang ini pandai dalam mengatur waktunya dan melakukan jadwalnya secara disiplin.
Do you know what? : I really want to be that person completely. I’m still trying to be this person
Orang ini menerapkan tekanan sebagai pemicunya, pelatuk pistolnya, buat melakukan kedisiplinan dalam hidupnya. Misalnya saja :
Hari ini hari minggu, gw ada waktu nih buat laporan yang dikumpul (masih 4-5 hari lagi sih, aduh tapi 5 bab loh, 3 laporan lagi). Pas gw liat jadwal wah ternyata pada hari ngumpulin (tepatnya hari ke-6) ada big event di kampus gw dan gw jadi ketua/orang penting dari keberhasilan acara ini. Tapi emang sih dari hari 4-5 gw gk terbebas dari namanya tugas adalah tugas dari dosen yang bilang besok dikumpulin ia, ada juga kuis praktikum yang seabrek-abrek bahannya.
Gw memilih buat ngatur jadwal gw untuk mengerjakan dan mulai membuat target pencapaian laporan yang gw inginkan tiap harinya. Misalnya oh hari ini gw kumpulin data dulu deh, besok gw catet datanya, besok lagi cari master (upss maksud gw literature), besok lagi ngitung data, besok lagi catet pertanyaan dan tugas, besok lagi tinggal ngebahas data dah. Gw tau sih hari-hari gw gk mulus buat ngerjain itu, nah itu tantangan dan tekanan yang harus kita lewati. Gw balik rapat buat big event tersebut jam 9, gw langsung sholat isya, mandi, dan mulai ngerjain yang deadlinenya ternyata besok (soalnya baru dikasih tau hari ini), setelah itu gw baru ngerjain laporan sedikit abis itu (based on your target ia). Tidur deh jam 2, dengan minum suplemen / susu dulu sebelum tidur (agak gk penting, tapi bisa cegah sakit loh).
Tipe orang seperti ini adalah orang yang memiliki tekanan sebanyak orang sibuk tipe 1, tapi dia bisa membagi tekanan ini dengan menerapkan target dari jadwalnya. Mereka ini nih yang bisa disebut hard worker. Mereka cenderung tidak akan lari dari masalah, dan malah mereka ini yang bisa disebut mahasiswa berprestasi.
Prinsip mereka adalah :
Pilih kegiatan yang kalian sukai dan anggap penting, atur prioritas kegiatan tersebut (jika kalian mahasiswa : inget prioritas kalian pendidikan ia), susun kegiatan per hari/mingguan di dinding kamar, mulai buat target penyelesaian tiap hari. ---------à alhasil tekanan ini akan menyemangati / mendorong kalian untuk semakin berusaha semaksimal mungkin dan membuat kalian sukses akhirnya.

Finally, my suggestion is be the 3rd type of this people. Being person who is organized, always be ready to face anything in the future because you have a readiness. It will make you ready to face the pressure and the pressure will make you have a great spirit and you will be in the list of the success person.

2 komentar: