Rabu, 04 Januari 2012

LEBIH BAIK MENYALAKAN LILIN DARIPADA MENGUTUK KEGELAPAN

Ricuh...kisruh...carut-marut...kekacauan...korupsi...dan masih banyak lagi permasalahan yang timbul di negara ini. Semakin banyak orang yang bertindak diluar batas kebaikan, banyak orang yang bisa tersenyum padahal baru saja mengambil yang bukan haknya. Tertawa diatas penderitaan orang lain sudah menjadi kegiatan biasa sekarang - sekarang ini. Rasa iba seakan sudah terkikis oleh nafsu pribadi untuk semakin memanjakan dan memakmurkan diri sendiri dan golongannya. Mungkin terkesan terlalu berlebihan apa yang gw bilang ini, tapi coba tengok kenyataan yang terjadi diluaran sana. Karena kenyataan itulah yang sungguh - sungguh terjadi. Coba kita tengok sedikit kasus DPRD suatu daerah yang lebih mementingkan membeli mobil dinas baru dibanding memberikan jatah beras miskin pada ribuan kepala keluarga yang belum terdaftar, masih sering kita dengar dan baca berita bahwa para wakil kita yang terhormat di gedung sana meminta hal-hal konyol dengan alasan untuk meningkatkan performa kerjanya. Terakhir saya baca bahwa para anggota dewan yang "terhormat" meminta perbaikan fasilitas kamar mandi di gedung tempat mereka "bekerja" untuk meningkatkan performa kerjanya. Sekejap senyum sinis terbentuk dari muka gw yang ngeselin ini(kata orang sih gitu), bayangin kalo minta fasilitas WC dengan alasan meningkatkan performa kerja berarti kerjaan para anggota dewan yang terhormat itu adalah menghabiskan waktu di wc...ngapaaaiin pak/bu di wc?boker selama jam kerja?beser jadi sering kencing-kencing?tolong kalo minta sesuatu tuh pake alesan yang lebih masuk akal dong... Tapi entah apapun alasannya itu, menurut gw ga cukup logis untuk diturutin karena masih banyak saudara kita, bahkan kalo mereka yang sedang tertawa menikmati hak orang miskin sudah ga nganggep saudara lagi, gw masih setia menganggap mereka saudara gw. Saudara2 kita ataupun cuman gw itu masih banyak yang kelaperan, ga punya tempat tinggal yang layak dan masih banyak lagi kesusahan lain yang mereka alamin. Tapi tindakan nyata untuk membantu mereka terkesan selalu kurang, entah karena memang bantuan yang diberikan kurang ataupun dari diri mereka sendiri yang hanya mengharap bantuan tanpa berusaha. Tapi ga sedikit orang miskin yang sudah berusaha semaksimal mungkin namun kehidupan seakan jauh lebih kejam untuk mereka. Gw liat temen - temen mahasiswa(karena gw masih mahasiswa) menanggapi hal ini dengan berdemo mengutuk para pemimpin yang telah gagal meningkatkan kesejahteraan orang - orang itu. Coba bayangin kalo waktu yang dipake buat demo, mempersiapkan demo, mengajak orang - orang untuk berdemo dll itu digunakan buat ngumpulin sumbangan, mikirin sebuah pelatihan ataupun menciptakan suatu lapangan kerja untuk membimbing saudara-saudara kita untuk lebih mandiri dan memiliki kehidupan yang lebih layak, tentu bakalan lebih menakjubkan lagi hasilnya. Mungkin gw bukan orang pertama yang berpikiran kaya gini, tapi ga ada salahnya kalo gw sekedar mengingatkan lagi ke semua temen-temen yang baca untuk meningkatkan lagi, memberikan lagi adrenalin untuk kita mewujudkan pemikiran-pemikiran menakjubkan orang-orang sebelum gw. gw disini mengajak temen-temen semua yang berniat dan mau serius membantu untuk menciptakan gebrakan, yang semoga bisa menggebrak meja kerja para penikmat hak orang lain itu untuk sadar dan ikut bersama kita mewujudkan cita-cita mulia para pendahulu gw. Gw lewat tulisan ini mengajak temen-temen semua buat MENYALAKAN LILIN UNTUK MEMBERIKAN SECERCAH CAHAYA BUKAN MENGUTUK KEGELAPAN YANG SEDANG TERJADI INI... buat kalian yang bersedia membantu, punya ide atau apapun yang bisa membuat cita-cita mulia ini terwujud dan menyingkirkan budaya menikmati penderitaan orang lain itu...ayo kita sama-sama bergerak kearah sana, gw ga mungkin bisa mewujudkan cita-cita mulia pendahulu gw ini sendirian...karena bersatu kita teguh dan jangan sampe bercerai.. UNTUK KEBAHAGIAAN DAN KEMAKMURAN KITA BERSAMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar