Mungkin quotes diatas itu sudah sering kita dengar dan juga sudah banyak yang menyampaikannya. Atau belum sama sekali kita mendengarnya? Sudah ataupun belum kita mendengar quotes itu tidaklah penting yang terpenting adalah kita bisa menarik makna dari serangkaian kalimat singkat tersebut. Tidak jarang dari kita yang memiliki masalah, bahkan kita semua memiliki masalah. Baik itu masalah besar ataupun masalah kecil tapi tetap saja namanya masalah. Kenapa kita menyebutnya masalah? Jawabannya karena kita merasa hal tersebut mengganggu kenyamanan kita. Sama halnya dengan sakit, sakit adalah jika salah satu fungsi tubuh kita ada yang terganggu baik itu sedikit ataupun banyak(parah).
Lalu kenapa itu bisa menggannggu kita? Masalah itu mengganggu kita karena menyentuh segmen/daerah yang kita cintai. Daerah dalam hal ini bukan hanya dalam artian sebenarnya namun bisa dalam hal perasaan, barang dan lain sebagainya.
Seperti quotes diatas, Tuhan hanya akan menguji kita/memberi masalah atas apa yang kita cintai, jika kita mencintai keluarga kita maka Tuhan akan menguji kita dengan masalah yang berhubungan dengan keluarga kita. Jika kita mencintai profesi kita saat ini maka akan ada ujian dalam profesi kita tersebut. Dan banyak hal lain yang memang letak masalahnya ada pada hal yang kita anggap berharga. Karena Tuhan maha pintar dan maha segalanya maka Dia tidak akan melakukan tindakan yang sia – sia, Tuhan menguji kita pada hal yang kita cintai dengan berbagai tujuan baik, salah satunya untuk meningkatkan kesabaran dan ketaqwaan kita kepada-Nya.
Teringat sebuah kejadian yang dialami seorang teman, sebut saja dia bunga.
Bunga adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Hari – harinya sebagai mahasiswi terbilang sangat bagus untuk ukuran mahasiswi, singkat cerita dia dapat mengikuti kuliah dengan lancar tanpa ada masalah yang terlalu berarti hingga tiba saat skripsi. Disaat tahap inilah dia sudah sangat mencintai perkuliahannya dan skripsinya, semua harapan dan perhatian tercurah untuk skripsinya. Hingga akhirnya Tuhan mengujinya dengan skripsi yang dia cintai.
Skripsinya menemui hambatan yang sangat berarti, dia diperintahkan oleh dosen pembimbingnya untuk mengganti dosen pembimbing yang lain dikarenakan dosennya sudah merasa tidak mampu membimbingnya. Terpukul? Pasti, sedih? Sangat!! Dan mungkin semua orang yang ada diposisi dia pun akan merasakan itu, dan kita semua pasti bisa menebak kelanjutannya, mentalnya down lalu mengendur semangatnya, hari – harinya tidak lagi seindah sebelum kata – kata dosen pembimbingnya itu didengarnya. Entah sampai kapan semangatnya akan hilang tapi yang pasti dengan ujian ini dia merasa ada hal yang mengganggunya.
Inilah bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah menguji seseorang dengan hal sembarangan. Tuhan maha tau dimana harus menguji kemampuan seseorang. Tuhan menguji orang itu lewat seorang dosen pembimbing mengenai hal yang dicintainya yaitu skripsinya yang sudah mendapat perhatian dan menjadi tempat menggantungkan harapan yang tinggi.
Sampai tulisan ini dibuat entah apa yang akan terjadi selanjutnya dengan seorang teman itu, namun yang pasti dalam tulisan ini ada sebaris do’a agar dia bisa melewati masalahnya tanpa kehilangan Tuhannya.
Do’a terbaik untuk seorang teman yang menginspirasi tulisan ini agar diberi kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi masalahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar