Rabu, 23 Februari 2011

Waktu yang paling tepat untuk berubah kearah positif adalah SEKARANG

Suatu hari aku ditemukan akan sebuah keadaan sulit, keadaan dimana aku harus menentukan sikap atas sebuah tawaran yang sangat menggiurkan untuk seorang lelaki. Mungkin sebagian dari kita akan bertanya – tanya tawaran apakah yang sangat menggiurkan namun aku berat mengambilnya dan sulit mempertimbangkannya. Tawaran itu adalah tawaran untuk merubah hidupku dan hidup seorang sahabat. Ya, seorang sahabat yang sudah jauh terbenam dalam lembah kesalahan yang semakin menariknya menjauhi Tuhan yang dahulu sangat dicintainya, Tuhan yang dahulu dia jadikan tempat bersandar. Oke kembali ke tawaran itu, apakah tawaran itu? Mungkin kita semua akan kaget mendapat tawaran itu, tawaran itu adalah tawaran menjadi orang terakhir untuk berzina dengannya sebelum dia memutuskan bertobat.
What? Berzina tawaran yang menggiurkan? Apakah aku bodoh atau gila? Mungkin siapapun yang membaca ini akan bisa menjawab dengan mudah, tapi saat engkau ada diposisiku saat itu kau akan berperang dengan nafsu dan imanmu, bagaikan pertarungan antara malaikat dan setan yang membisikan berbagai alasan aku harus menerima atau menolaknya. Bergejolak lah hati ini, beruntung malaikat menang dalam pertempuran itu. Oke kita kembali kepembahasan mengenai hubungan antara judul diatas dan apa yang akan diceritakan. Aneh mungkin membaca cerita ini, karena sahabatku tersebut mensyaratkan sesuatu yang sungguh teramat sangat salah dalam tujuannya untuk bertobat. Tapi inilah hidup kawan, kadang kita secara tidak sadar menerapkan syarat untuk memulai memperbaiki diri. Sama seperti sahabatku tersebut, dia mensyaratkan memilih aku sebagai pria ke 40 dan yang terakhir untuk berzina dengannya sebelum dia bertobat. Dan yang tidak dapat kuterima dalam akal sehatku adalah jika aku menolak tawarannya itu dia akan meneruskan kesalahannya bahkan sampai 50 atau 60 pria. Oh Tuhan tolong segera bukakan pintu hati sahabatku untuk lebih mengenalmu.
Yap itulah manusia, sama sepertiku, kamu, kita bahkan kalian. Kita semua tidak jarang menetapkan syarat yang bahkan kita sendiri belum yakin dapat segera memenuhi syarat tersebut. Contohnya seorang pelajar yang akan mulai serius belajar saat dia sudah bisa mendapatkan perguruan tinggi pilihannya yang bahkan diapun tidak dapat mendapatkan perguruan tinggi pilihannya tanpa belajar serius. Mari kita cermati dan berkaca pada diri kita masing – masing masihkah kita suka menerapkan prasyarat untuk berubah kearah yang lebih baik? Masihkah kita menunggu untuk memulai berubah jadi lebih baik, padahal WAKTU YANG PALING TEPAT UNTUK BERUBAH JADI LEBIH BAIK ADALAH SEKARANG DAN TANPA SYARAT APAPUN. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar