Selasa, 10 Mei 2011

Sampaikan kebenaran walaupun pahit

Kebenaran, hal yang sudah sangat sulit kita temui belakangan ini. Banyak dari kita yang melegalkan penyampaian suatu hal yang tidak sebenarnya untuk berbagai alasan tertentu. Mulai dari alasan untuk kebaikan pribadi, hingga untuk menyenangkan orang lain. Misalkan saat kita ditanya oleh pacar yang menggunakan make up terlalu tebal saat ingin menghadiri pesta. Lalu sang pacar bertanya “apakah aku sudah cantik?”, tidak jarang dari kita akan menjawab “iya, kamu cantik sekali dengan make up seperti itu”. Ini merupakan contoh kecil dari penyampaian hal yang bukan kebenaran dengan alasan untuk menjaga perasaan pacar. Tapi tidakkah kita memikirkan bagaimana perasaan pacar nanti saat di pesta dan semua orang menilai tatanan make upnya yang terlalu berlebihan, bahkan itu lebih dapat menyakiti perasaan dibanding jika orang terdekat yang terlebih dahulu mengatakan hal yang sesungguhnya dan hanya satu orang yang menyaksikan make up berlebihannya.
Dalam konteks lain juga sering manusia menyampaikan hal yang tidak benar. Gw pun ga terlepas dari hal ini, pernah dulu saat masih SMA temen gw ada yang bertanya kenapa gw sering kecelakaan? Tapi karena gw mencoba buat menjaga imej gw sebagai anak baik(karena temen gw ni bukan temen sepermainan), gw bilang aja mungkin lagi apes, atau emang pengendara lain yang kurang mematuhi peraturan. Emang sih beberapa kecelakaan gw terjadi karena itu, tapi tidak menutup kemungkinan tabiat gw yang suka kebut – kebutan yang jadi penyebab utama gw sering kecelakaan.
Lain lagi saat gw masih sakit dulu, gw selalu bilang gw ga apa – apa tapi justru itu akan lebih merepotkan orang – orang sekitar gw saat sakit gw kambuh karena ga ada persiapan terlebih dahulu. Maka mulai sekarang gw mencoba dan mengajak kita semua menyampaikan kebenaran seburuk apapun itu bagi diri kita.

Ga heran kalau sekarang banyak dari para petinggi negara ini yang sering berkelit dari kebenaran hanya untuk pencitraan pribadi, karena orang kecil kaya kita, oke karena kurang sopan untuk bilang kita jadi gw aja deh. Orang kecil yang ga punya jabatan dan tanggung jawab atas pencitraan kepada publikpun sering melupakan kebenaran hanya untuk pencitraan baik bagi diri gw.
Terlalu munafik kalo kita bilang selalu menyampaikan kebenaran, tapi terlalu bersalah kalau kita melegalkan kebohongan, dengan alasan apapun. Ga ada maksud buat menggurui, hanya sebatas mengajak kita lebih terbiasa menyampaikan kebenaran walaupun kita tahu akan pahit rasanya.
MAKA KAWAN, MARILAH KITA BELAJAR MENGHORMATI KEBENARAN DAN MENYAMPAIKANNYA. KARENA EFEKNYA PASTI AKAN LEBIH SEDIKIT DIBANDING KITA MENYAMPAIKAN KEBOHONGAN. SEPAHIT APAPUN KEBENARAN TIDAK AKAN BISA LEBIH PAHIT DARI KEBOHONGAN.

Senin, 09 Mei 2011

You’re what your think. Jika kita berpikir sesuatu itu sulit maka secara otomatis otak kita akan berhenti berpikir akan solusi penyelesaian dari masalah itu, namun jika kita berpikir sesuatu itu mudah/bisa diselesaikan maka otak kita akan terus mencari solusi dan berimbas pada tindakan kita


You’re what your think, sebuah kalimat sederhana yang sudah sangat familiar bagi kita semua. Sudah menjadi kalimat membosankan untuk didengar tapi tetap memiliki arti yang nyata jika kita dapat memahami kekuatan dari kalimat sederhana tersebut.
Banyak dari kita yang merasa mendapat kesulitan, cobaan, halangan, rintangan dan lain sebagainya yang membuat kita merasa tidak beruntung karena kesulitan tersebut. Bahkan tidak jarang membuat kita putus asa untuk mencari solusi dari kesulitan tersebut. Tanpa mengurangi rasa kagum gw terhadap pembaca tulisan ini, gw tetep menggunakan kata “kita” bukan dengan maksud meremehkan namun gw bermaksud mengajak aja.
Bukan rahasia lagi kalau kita mengeluh jika mendapat kesulitan, gw pernah mengalami kesulitan yang menurut gw sangat susah untuk dilalui. Kebingungan yang sangat akan sebuah solusi membuat gw nyaris nyerah. Yap saat itu gw dapet tugas kuliah yang sangat membingungkan, gw ga tau harus memulai mengerjakan darimana. Otak gw seolah berhenti berpikir karena sudah termakan emosi pemikiran gw yang menyatakan klo tugas itu susah dikerjain dan diselesaikan.
Tapi entah kenapa saat gw coba berpikir, bahkan cenderung mencoba membohongi diri sendiri kalo gw bisa menyelesaikan tugas itu, beberapa hari kemudian seakan gw bisa melihat sebuah solusi dari tugas itu. Kasarnya gw dapet pencerahan dari kesulitan gw itu, otak gw seakan terus berpikir untuk menyelesaikan tugas itu dan bisa ditebak gw akhirnya mampu berusaha lebih keras buat menyelesaikan tugas kuliah yang sebelumnya bikin otak gw berhenti berpikir buat nyari solusinya itu. Sampe akhirya tugas gw selesai dengan hasil yang cukup memuaskan buat gw.
Sama halnya kalo kita berpikir tentang masalah lainnya, misalnya masalah keuangan. Saat lw berpikir bahwa lw adalah orang yang kekurangan, maka otak lw akan berhenti mencari kepuasan dan lw akan mudah sekali mengeluh. Akhirnya lw akan jadi orang yang gagal. Tapi coba bandingkan dengan orang – orang yang terus berpikir positif bahkan saat dia berada dalam posisi kekurangan atas alat pemuas kebutuhan yang disebut UANG. Dia tidak menyerah untuk mencari dan berusaha mendapatkan uang tambahan hingga akhirnya dia mampu keluar dari kesulitannya. Terlihat sekali kekuatan pemikiran dari diri kita sendiri.
MAKA KAWAN SEGALA SESUATU DALAM HIDUP LW, ADALAH APA YANG LW BANGKITKAN DALAM PEMIKIRAN LW. MAKA MARILAH KITA MENCOBA UNTUK SELALU BERPIKIR POSITIF ATAS SEGALA KESULITAN KARENA NISCAYA SOLUSI ITU AKAN MUNCUL.

Sabtu, 07 Mei 2011

Yang penting itu siapa yang tertawa terakhir bukan siapa yang tertawa duluan





Tertawa... bahagia... senang – senang, dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Kenikmatan yang banyak dicari orang, bahkan dengan mengorbankan berbagai macam hal dalam hidupnya untuk dapat menikmati tertawa. Tapi banyak yang terjadi dewasa ini orang – orang menikmati tawa mereka dalam keadaan mengorbankan kewajiban bahkan terkesan lebih memilih bersenang – senang dibanding menuntaskan kewajibannya.



Pesta pora dengan glamor, namun melupakan kewajibannya untuk beribadah. Beribadah dalam hal ini bukan hanya solat, ke gereja dan lain sebagainya. Namun beribadah dalam hal ini bisa juga melakukan kegiatan bermanfaat seperti belajar, mengerjakan tugas dan lain – lain.
Untuk seorang pelajar misalnya, kita lebih memilih bersenang – senang, pergi ke mall atau bermain di malam hari dibanding belajar(ini bukan untuk semua pelajar namun rata – rata seperti itu). Lalu saat sudah dekat ujian baru kita bersusah payah mempelajari materi yang akan diujikan hanya dalam 1 malam karena malam – malam sebelumnya sudah dihabiskan dengan bersenang – senang, dan biasanya dengan alasan hidup itu harus dinikmati.
Benar sekali kita harus menikmati hidup tapi kita juga harus menuntaskan kewajiban kita terlebih dahulu baru menikmati hidup dengan refreshing dan lain sebagainya.  Bukannya refreshing dulu, namun setelah deadline kita akan kesulitan mengerjakan kewajiban kita.
Hal seperti ini sering gw alamin, saat mendapat tugas mid semester 6 kuliah gw, dan diberi waktu 1 bulan untuk menyelesaikannya.
Minggu – minggu awal gw terlalu sibuk untuk bersenang – senang, kemudian saat 1 minggu terakhir gw baru mengerjakan tugas itu sampai larut malam, namun ternyata gw ga sendirian. Banyak juga temen gw yang mengalami hal yang sama kaya gw. Saat deadline tinggal 3 hari lagi, dan kerjaan gw itu baru sekitar 10%, gw memutuskan untuk begadang ngerjain tugas itu dan mengurangi kegiatan senang – senang gw, sementara temen gw ada yang masih bisa santai – santai dan tidak begadang ngerjain tugas.
Sempet ngerasa ga enak juga sih karena saat temen gw lagi seneng – seneng, tapi gw malah sibuk didepan laptop usang gw nan berharga ini buat ngerjain tugas. Saat temen – temen gw masih tetep tidur jam 10malam, gw tetep hmaksa ngebuka mata sampai jam 3 pagi buat ngerjain tugas.
Dan akhirnya bisa ditebak, saat gw udah selesai dan tinggal santai – santai tapi temen gw masih sibuk ngerjain tugas itu dan ngejar deadline sebelum terlambat. Sekarang situasi terbalik, saat gw udah bisa tertawa lega karena udah ga ada tanggungan lagi akan tugas yang jadi kewajiban gw sebagai mahasiswa, tapi temen gw masih harus bersibuk ria ngerjain tugas itu. Sampe akhirnya gw memutuskan untuk maen sepeda saat temen gw masih ngerjain tugas itu.
Terkesan kurang ajar sebagai temen sih, tapi inilah hasil kerja keras gw, saat yang lain tidur  dengan nyenyaknya tapi gw masih buka mata didepan laptop ngerjain tugas. Dan akhirnya saat yang lain lagi sibuk – sibuk, dan gw udah bisa jalan – jalan main sepeda.
MAKA KAWAN, TIDAKLAH PENTING ENGKAU MENGEJAR TAWA DENGAN TETAP MEMBAWA BEBAN TANGGUNG JAWAB ATAS KEWAJIBAN LW. SELESAIKAN KEWAJIBAN LW WALAU ORANG LAIN SEDANG TERTAWA, DAN LW AKAN NGERASAIN TERTAWA YANG PALING INDAH DIAKHIR CERITA. 

Senin, 02 Mei 2011

Jangan terlalu larut memikirkan kekuranganmu, karena akan membuatmu menjadi orang yang selalu iri

Manusia... makhluk Tuhan yang sangat mulia, dibekali dengan akal, nafsu, dan pikiran untuk menentukan kehidupannya. Manusia diciptakan Tuhan dengan berbagai kelebihan yang memang pantas dimiliki. Dan Tuhan juga sangat adil dalam memberi nikmat, disamping kelebihan pasti ada kekurangan. Seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”. Seperti itulah manusia diciptakan oleh Tuhan, dan dengan itu pulalah kita sebagai manusia akan menjalani hidup ini.
Lalu kenapa banyak dari kita, termasuk gw yang masih saja menyesali kekurangan yang memang dimiliki oleh semua manusia? Mungkin hanya macamnya saja yang berbeda, tapi tetap namanya sama yaitu kekurangan. Banyak yang mengeluhkan kurang tampan, kurang cantik, kurang pandai, kurang tinggi dan masih banyak yang lainnya.
Ini juga sering terjadi pada gw, gw bukan orang yang cukup pantes buat bisa dibilang cakep, gw juga bukan orang yang pinter kaya mahasiswa – mahasiswa lainnya. Dulu gw juga sering mikirin kekurangan gw itu yang pada saat itu jadi sebagai standarisasi buat jadi pede mungkin.
Dan bisa ditebak, semakin gw memikirkan kekurangan itu, semakin gw ngerasa ga nyaman sama hal yang didapat orang lain atas kekurangan itu. Gw semakin ga nyaman saat ngeliat temen gw dapet nilai ujian lebih bagus dari gw, gw semakin ga nyaman saat liat temen gw yang lebih cakep. Oke bisa dibilang saat itu gw masih remaja yang labil yang emang belum bisa bijak menerima kekurangan. Tapi beruntung sekarang gw udah bisa lebih ikhlas menerima kekurangan gw itu dan gw bersyukur sekarang bisa santai aja menerima keberhasilan dan kelebihan orang karena gw yakin gw pasti punya kelebihan yang ga dimiliki orang lain, dan begitupun dengan lw dan jadikan sebagai pelecut semangat untuk berusaha lebih. Tapi sekarang ini bukan hanya remaja yang bisa berpikir iri seperti itu. Coba kita liat saudara – saudara kita yang lain yang belum bisa menerima kekurangannya dengan ikhlas dan menjadi orang yang mudah sekali merasa iri atas keberhasilan orang lain. 
Banyak saudara – saudara kita yang kurang beruntung dalam hal ekonomi malah melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, menjarah bukan semata – mata karena tuntutan ekonomi saja. Melainkan karena terlalu merasa kurang, terlalu memikirkan kekurangannya dalam hal ekonomi tersebut dan akhirnya iri terhadap orang yang lebih beruntung lalu melakukan tindakan kriminal tersebut.
Yang paling sederhana adalah saat para selebritis yang melakukan operasi plastik untuk memperindah wajah dan tubuh mereka. Gw ga menyalahkan hal itu, karena mungkin mereka memiliki alasan tersendiri atas tindakannya itu, misal karena tuntutan profesi untuk selalu tampil sempurna dan lainnya. Tapi bukankah tindakan itu hanya dilakukan oleh orang yang merasa memiliki kekurangan dibanding orang lainnya, dan merasa iri lalu melakukan tindakan itu.
Coba kita renungkan bersama, sudah sesering apa kita mengeluhkan kekurangan kita dan sudah sesering apa kita merasa iri atas kelebihan orang lain yang seharusnya tidak perlu kita iri jika kita tidak terlalu memikirkan kekurangan kita dan menyesalinya.
MARI KAWAN KITA BUANG JAUH – JAUH PEMIKIRAN BERLEBIHAN ATAS KEKURANGAN KITA, KARENA SETIAP ORANG PASTI MEMILIKI KEKURANGAN. DAN DENGAN BEGITU KITA DAPAT TERLEPAS DARI PERASAAN IRI.

Minggu, 01 Mei 2011

SEPEDAAN = NGAFE

Oke ini kejadian yang baru aja gw alamin. Hari ini jadi hari yang sangat panjang dan melelahkan. Mulai dari pagi gw udah harus pergi ke bengkel buat ngeliat perkembangan modif motor gw. Berangkatlah gw dari jam 10 pagi. Dibengkel gw sampe jam 2 siang, karena belom solat akhirnya gw memutuskan buat pulang. Tapi kejadian bodoh terjadi disini, emang dasarnya gw yang pelupa kelas paus mungkin, jelas – jelas sebelum naekin motor gw yang lagi dimodif itu gw ngeliat dari agak jauh pemasangan body motor gw yang masih belom di baut. Berjalanlah gw menghampiri motor gw itu. Tapi yang konyol pas udah nyampe samping motor gw persis dan siap ditunggangi tuh motor entah kenapa gw lupa klo bodynya belom dibaut, meluncurlah gw dari bengkel ke rumah dengan pede. Ditengah jalan gw ngerasa ada yang aneh dan tiba – tiba GEDUBRAK!!! Sontak kaget gwm eh ternyata body motornya lepas karena emang belom dibaut dan jatoh tepat didepan orang yang lagi bikin acara nikahan. Oke gw sukses bikin kepadetan jalan meningkat drastis gara – gara body motor yang copot kaya gigi engkong – engkong. Dan gw langsung parkirin motor trus ngambil tuh body yg berserakan dijalanan. Trus balik lg ke bengkelnya yang untung belom terlalu jauh dari TKP. Singkat cerita urusan gw dibengkel buat hari ini selesai setelah body gw balikin dan lain – lain.
Langsung abis dari bengkel seperti biasa beres – beres dikamar. Terus sampe abis maghrib temen gw ngajakin maen sepeda, dan ada juga yang ngajakin beli martabak mesir. Tapi karena maen sepeda lebih menarik yaudah gw ikut yang maen sepeda. Baru aja sebentar ngegowes eh udah gerimis, tapi kita tetep ngelanjutin sampe akhirnya ujan mulai deres dan kita neduh sekitar 30menit di halte. Oke serasa di film korea ni neduh di halte dan berharap ketemu cewe korea yang ga sengaja kesasar, keujanan dan akhirnya neduh juga di halte tempat gw neduh, tapi apalah daya itu hanya angan – angan aja yang dateng malah bukan cewe korea tapi malah mas – mas yang mukanya agak gotic gitu. Oke harapan gw bisa bersenang – senang di haltepun langsung sirna saat itu juga.
Akhirnya temen gw yang ngajakin ketemuan itu sms ngasih tau klo tempat ketemuannya pindah, dan setelah ujan agak reda gw dan temen gw yang berangkat bareng tadi, sebut saja namanya aziz, langsung ngegowes menuju lokasi yang ditentukan. Setelah sampe ujan malah makin deres, jadilah kita memutuskan naro sepedanya ditempat sodaranya temen gw itu. Dan yang agak konyol adalah pas naro dirumah sodara temen gw itu jaraknya lumayan jauh kalo ditempuh dengan sepeda dan kita abis naro sepeda harus jalan kaki sampe tempat ketemuan awal itu karena udah ditunggu sama temen gw yang laen dengan mobilnya yang ga bisa ikut nganterin karena macet dan susah buat muter.
Oke sepeda sukses kita taro dan sekarang gw, aziz, dan satu teman lagi jalan kaki sampe tempat ketemu awal. Dengan kondisi ujan yang cukup deres jadilah agak – agak basah dikit celana gw yang agak kepanjangan itu. Dan sekitar 20 meter dari tempat ketemu yang udah ditunggu mobil tadi tiba – tiba ujan berenti. Oke sangat mantap karena ujan berenti disaat yang sangat menakjubkan, karena udah terlanjur akhirnya kita memutuskan naek mobil aja dan menuju ke kafe. Dari sepedaan berujung malah ke kafe, oke sangat jauh dari rencana awal. Di kafe semua berjalan seperti biasa dengan minuman yang kita pesen masing – masing dan tentunya kita bayar masing – masing juga karena belom ada yang berbaik hati mensubsidi semua pembayaran malam ini.
Sambil minum kita maen kartu, mulai dari maen tipu – tipu, yaitu maen kartu dengan menebak kartu yang dimainkan dan yang diucapkan, sebenernya agak susah kalo harus gw jelasin disini. Terus maen tepok nyamuk, maen 41, maen setan – setanan, maen cangkulan, dll. Semua itu adalah nama permainan yang dimainin pake kartu remi sewajarnya. Sangat menarik memang Indonesia karena maen kartu aja bisa macem – macem jenis gitu. Oke kita maen kartu sampe bosen terus pas udah bosen dan mulai pada bengong dan karena gw bukan type orang yang betah bengong bareng – bareng jadilah gw nyoba mecahin suasana (untung ga nyoba mecahin gelas) dengan maen sulap amatir yang gw bisa, atau lebih tepatnya SEBISANYA. Tapi lumayan lah bisa bikin suasana agak ramen lagi.
Udah bosen maen kartu dan maen sulap amatir khas Debian ditambah temen yang cewe udah harus pulang jadilah jam 12malem kita pulang dan berpisah ke kosan masing – masing. Hari yang sangat panjang karena sampe tulisan ini gw buat gw belom juga tidur, tapi sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk tidur.
SELAMAT MALAM, eh salah deng... SELAMAT DINI HARI KAWAN

Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri

Sering sekali kita mendengar kutipan seperti ini, bahkan kutipan seperti ini ada tertulis dengan indah di kitab suci umat islam, bahkan mungkin di semua kitab suci umat beragama ada kutipan seperti ini.
Dan sepertinya kita semua tau akan kutipan ini, namun kenapa kita masih saja berada dalam kesulitan, merasa kekurangan, dan merasa belum sukses. Sebenarnya sederhana, karena kita sudah sering sekali membaca, mendengar bahkan mengucapkan kutipan ini. Tapi yang belum kita lakukan adalah mengerjakan yang seperti kutipan ini. Banyak sekali kita liat dijalan – jalan orang – orang yang masih sehat dan mampu bekerja mengais rezeki dengan mengemis.
Padahal fisik mereka masih sangat kuat untuk bekerja lebih dari sekedar menadahkan tangan dengan wajah memelas mengharapkan kebaikan hati dari oranng lain yang memberikan uang receh.
Padahal dengan memeras keringat lebih banyak lagi mereka bisa mendapatkan uang yang lebih banyak, harga diri yang lebih tinggi dan hidup yang lebih bermakna. Itu contoh kecil yang kita semua sudah tau. Disamping itu ada lagi contoh yang cukup menarik yaitu para pendo’a sejati. Pendo’a sejati? Sebuah istilah yang saya buat sendiri untuk saudara – saudara yang gemar berdo’a namun tidak berusaha. Saya ga mengajarkan untuk tidak berdo’a, sampai detik inipun saya masih sering sekali berdo’a untuk kelancaran hidup saya dan keluarga.
Tapi marilah kita bertindak atas apa yang menjadi do’a kita, misalnya saya berdo’a kepada Tuhan untuk memperlancar saya membuat tulisan ini, tapi kalau saya ga pernah menghidupkan laptop tua dan mulai menjentikkan jari – jari saya yang jelek ini ke keyboard, tulisan ini tidak akan pernah jadi. Sama seperti saudara – saudara yang masih sangat mengharapkan jawaban atas do’a yang dipanjatkan namun tanpa tindakan mendekatkan jawaban atas do’a tersebut. Dan janganlah mudah menyerah atas usaha yang kita lakukan jika berhadapan dengan hal yang menarik yang disebut KEGAGALAN. Karena dengan kegagalan maka akan datang suatu keberhasilan. Tapi ingatlah bahwa usaha, ikhtiar, action atau apalah itu namanya harus tetap didasari atas dasar kebaikan. Karena dengan mendasarkan kebaikan dalam usaha kita maka kebahagiaan lah yang akan kita dapatkan dalam hidup kita.
Kehidupanmu adalah hak dirimu untuk mengubahnya dengan bantuan Tuhan, MAKA KAWAN MARILAH KITA BERTINDAK UNTUK MERUBAH HIDUP KITA. MARILAH BERLOMBA – LOMBA MENCARI JAWABAN ATAS DO’A YANG SELALU KITA PANJATKAN, BUKAN DENGAN CARA YANG SALAH TAPI BERTINDAKLAH DENGAN TETAP SETIA KEPADA KEBAIKAN.

Tahu kenapa ular kecil tetap berbahaya, karena mulutnya berbisa

Mungkin banyak dari kita yang akan langsung menyamakan quotes ini dengan “mulutmu harimaumu”, tapi yang ingin gw angkat disini adalah kemampuan kita memaksimalkan anugerah Tuhan yaitu berupa kemampuan berkomunikasi dengan suara. Yap suara atau dalam hal ini adalah kata – kata yang sering sekali digunakan oleh orang untuk berinteraksi, bernegosiasi, bahkan berbohong. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa zaman sekarang ini kata – kata menjadi senjata yang sangat berbahaya dari seseorang ataupun dari diri kita sendiri. Begitu banyak kasus penipuan, doktrinasi bahkan dalam konteks yang lebih sempit biasanya disebut hasutan atau rayuan.
Hal ini mungkin sering dialami oleh teman – teman sekalian yang pastinya pernah merasakan masa sekolah, ketika hasutan dari teman untuk membolos, mencotek pekerjaan teman yang lebih pandai dan masih banyak yang lainnya.
Seperti hal yang juga gw alami, saat semester 5 yang lalu gw sering banget bolos kuliah hanya karena sedikit kata – kata yang terlihat menyenangkan yaitu bermain. Bayangkan saja gw dan mungkin hampir semua mahasiswa akan lebih memilih main dibanding kuliah. Silahkan tanya hati nurani kalian yang paling dalam tanpa ada pertimbangan tentang tanggung jawab terhadap orang tua dan lain – lain. Karena pada hakikatnya kita dalam kehidupan selalu mencari kebahagiaan dan kebahagiaan itu erat kaitannya dengan senang – senang. Maka saat diajak bermain gw langsung ikut aja karena emang gw bukan type mahasiswa yang sangat rajin.
Tapi hasilnya, gw ga ngerti materi apa yang sedang dibahas dan lainnya. Efeknya nilai gw menurun dan gw kehilangan hal penting yang seharusnya gw dapetin dan menjadi tujuan gw kuliah. Yaitu ilmu yang bermanfaat. Mudah sekali gw terkena hasutan untuk main, layaknya ular yang memiliki bisa pada gigi dan mulutnya, begitulah kita sebagai manusia kita memiliki bisa dalam bentuk kata – kata. Dan ingat bisa ular tidak selamanya berbahaya dan mematikan, bahkan ada yang berguna untuk kebaikan. Begitupun dengan kata – kata yang keluar dari mulut kita.
Hal ini juga sering terjadi pada teman – teman yang sedang menikmati indahnya masa berbagi cinta atau yang biasa kita sebut pacaran. Hampir semua orang pacaran atau yang masih dalam masa pendekatan menggunakan “bisa”nya untuk menaklukkan pasangannya. Dan liat hasilnya, “bisa” yang berbahaya menjadi sebuah bencana seperti kasus free sex dan lain – lain yang sering tidak diinginkan oleh salah satu pihak. Dan “bisa” yang positif bisa menjadikan pasangan tersebut sama – sama meraih kesuksesan dalam hidupnya. Gw pribadi saat gw SMA mungkin bisa dibilang memiliki “bisa” itu (maaf kalo terlalu kepedean), dengan tampang pas – pasan kaya gini, gw bisa punya pacar yang katanya merupakan “bintang” di suatu komunitas. Ketulusan saja mungkin tidak cukup untuk mendapatkan hati si dia, tapi gw diberi berkah yang lebih dari Tuhan untuk dapat membuat hatinya terpaut dengan kata – kata. Terlalu terkesan dramatis dan menyombongkan diri tapi inillah yang bisa gw bagi sebagai sedikit cerita dari quotes sederhana ini.
Jadi kawan, kita semua punya “bisa” yang tertanam dalam kata – kata kita tinggal bagaimana kita menggunakan “bisa” yang kita miliki itu. Jangan pernah merasa tidak mampu karena kurang pede.
Ingatlah kawan ULAR KECIL pun tetap berbahaya karena memiliki bisa. MAKA MARI KITA GUNAKAN “BISA” KITA DALAM HAL POSITIF UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK LAGI.