Kebenaran, hal yang sudah sangat sulit kita temui belakangan ini. Banyak dari kita yang melegalkan penyampaian suatu hal yang tidak sebenarnya untuk berbagai alasan tertentu. Mulai dari alasan untuk kebaikan pribadi, hingga untuk menyenangkan orang lain. Misalkan saat kita ditanya oleh pacar yang menggunakan make up terlalu tebal saat ingin menghadiri pesta. Lalu sang pacar bertanya “apakah aku sudah cantik?”, tidak jarang dari kita akan menjawab “iya, kamu cantik sekali dengan make up seperti itu”. Ini merupakan contoh kecil dari penyampaian hal yang bukan kebenaran dengan alasan untuk menjaga perasaan pacar. Tapi tidakkah kita memikirkan bagaimana perasaan pacar nanti saat di pesta dan semua orang menilai tatanan make upnya yang terlalu berlebihan, bahkan itu lebih dapat menyakiti perasaan dibanding jika orang terdekat yang terlebih dahulu mengatakan hal yang sesungguhnya dan hanya satu orang yang menyaksikan make up berlebihannya.
Dalam konteks lain juga sering manusia menyampaikan hal yang tidak benar. Gw pun ga terlepas dari hal ini, pernah dulu saat masih SMA temen gw ada yang bertanya kenapa gw sering kecelakaan? Tapi karena gw mencoba buat menjaga imej gw sebagai anak baik(karena temen gw ni bukan temen sepermainan), gw bilang aja mungkin lagi apes, atau emang pengendara lain yang kurang mematuhi peraturan. Emang sih beberapa kecelakaan gw terjadi karena itu, tapi tidak menutup kemungkinan tabiat gw yang suka kebut – kebutan yang jadi penyebab utama gw sering kecelakaan.Lain lagi saat gw masih sakit dulu, gw selalu bilang gw ga apa – apa tapi justru itu akan lebih merepotkan orang – orang sekitar gw saat sakit gw kambuh karena ga ada persiapan terlebih dahulu. Maka mulai sekarang gw mencoba dan mengajak kita semua menyampaikan kebenaran seburuk apapun itu bagi diri kita.
Ga heran kalau sekarang banyak dari para petinggi negara ini yang sering berkelit dari kebenaran hanya untuk pencitraan pribadi, karena orang kecil kaya kita, oke karena kurang sopan untuk bilang kita jadi gw aja deh. Orang kecil yang ga punya jabatan dan tanggung jawab atas pencitraan kepada publikpun sering melupakan kebenaran hanya untuk pencitraan baik bagi diri gw.
Terlalu munafik kalo kita bilang selalu menyampaikan kebenaran, tapi terlalu bersalah kalau kita melegalkan kebohongan, dengan alasan apapun. Ga ada maksud buat menggurui, hanya sebatas mengajak kita lebih terbiasa menyampaikan kebenaran walaupun kita tahu akan pahit rasanya.
MAKA KAWAN, MARILAH KITA BELAJAR MENGHORMATI KEBENARAN DAN MENYAMPAIKANNYA. KARENA EFEKNYA PASTI AKAN LEBIH SEDIKIT DIBANDING KITA MENYAMPAIKAN KEBOHONGAN. SEPAHIT APAPUN KEBENARAN TIDAK AKAN BISA LEBIH PAHIT DARI KEBOHONGAN.








