Minggu, 01 Mei 2011

Tahu kenapa ular kecil tetap berbahaya, karena mulutnya berbisa

Mungkin banyak dari kita yang akan langsung menyamakan quotes ini dengan “mulutmu harimaumu”, tapi yang ingin gw angkat disini adalah kemampuan kita memaksimalkan anugerah Tuhan yaitu berupa kemampuan berkomunikasi dengan suara. Yap suara atau dalam hal ini adalah kata – kata yang sering sekali digunakan oleh orang untuk berinteraksi, bernegosiasi, bahkan berbohong. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa zaman sekarang ini kata – kata menjadi senjata yang sangat berbahaya dari seseorang ataupun dari diri kita sendiri. Begitu banyak kasus penipuan, doktrinasi bahkan dalam konteks yang lebih sempit biasanya disebut hasutan atau rayuan.
Hal ini mungkin sering dialami oleh teman – teman sekalian yang pastinya pernah merasakan masa sekolah, ketika hasutan dari teman untuk membolos, mencotek pekerjaan teman yang lebih pandai dan masih banyak yang lainnya.
Seperti hal yang juga gw alami, saat semester 5 yang lalu gw sering banget bolos kuliah hanya karena sedikit kata – kata yang terlihat menyenangkan yaitu bermain. Bayangkan saja gw dan mungkin hampir semua mahasiswa akan lebih memilih main dibanding kuliah. Silahkan tanya hati nurani kalian yang paling dalam tanpa ada pertimbangan tentang tanggung jawab terhadap orang tua dan lain – lain. Karena pada hakikatnya kita dalam kehidupan selalu mencari kebahagiaan dan kebahagiaan itu erat kaitannya dengan senang – senang. Maka saat diajak bermain gw langsung ikut aja karena emang gw bukan type mahasiswa yang sangat rajin.
Tapi hasilnya, gw ga ngerti materi apa yang sedang dibahas dan lainnya. Efeknya nilai gw menurun dan gw kehilangan hal penting yang seharusnya gw dapetin dan menjadi tujuan gw kuliah. Yaitu ilmu yang bermanfaat. Mudah sekali gw terkena hasutan untuk main, layaknya ular yang memiliki bisa pada gigi dan mulutnya, begitulah kita sebagai manusia kita memiliki bisa dalam bentuk kata – kata. Dan ingat bisa ular tidak selamanya berbahaya dan mematikan, bahkan ada yang berguna untuk kebaikan. Begitupun dengan kata – kata yang keluar dari mulut kita.
Hal ini juga sering terjadi pada teman – teman yang sedang menikmati indahnya masa berbagi cinta atau yang biasa kita sebut pacaran. Hampir semua orang pacaran atau yang masih dalam masa pendekatan menggunakan “bisa”nya untuk menaklukkan pasangannya. Dan liat hasilnya, “bisa” yang berbahaya menjadi sebuah bencana seperti kasus free sex dan lain – lain yang sering tidak diinginkan oleh salah satu pihak. Dan “bisa” yang positif bisa menjadikan pasangan tersebut sama – sama meraih kesuksesan dalam hidupnya. Gw pribadi saat gw SMA mungkin bisa dibilang memiliki “bisa” itu (maaf kalo terlalu kepedean), dengan tampang pas – pasan kaya gini, gw bisa punya pacar yang katanya merupakan “bintang” di suatu komunitas. Ketulusan saja mungkin tidak cukup untuk mendapatkan hati si dia, tapi gw diberi berkah yang lebih dari Tuhan untuk dapat membuat hatinya terpaut dengan kata – kata. Terlalu terkesan dramatis dan menyombongkan diri tapi inillah yang bisa gw bagi sebagai sedikit cerita dari quotes sederhana ini.
Jadi kawan, kita semua punya “bisa” yang tertanam dalam kata – kata kita tinggal bagaimana kita menggunakan “bisa” yang kita miliki itu. Jangan pernah merasa tidak mampu karena kurang pede.
Ingatlah kawan ULAR KECIL pun tetap berbahaya karena memiliki bisa. MAKA MARI KITA GUNAKAN “BISA” KITA DALAM HAL POSITIF UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK LAGI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar