Minggu, 01 Mei 2011

Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubah nasibnya sendiri

Sering sekali kita mendengar kutipan seperti ini, bahkan kutipan seperti ini ada tertulis dengan indah di kitab suci umat islam, bahkan mungkin di semua kitab suci umat beragama ada kutipan seperti ini.
Dan sepertinya kita semua tau akan kutipan ini, namun kenapa kita masih saja berada dalam kesulitan, merasa kekurangan, dan merasa belum sukses. Sebenarnya sederhana, karena kita sudah sering sekali membaca, mendengar bahkan mengucapkan kutipan ini. Tapi yang belum kita lakukan adalah mengerjakan yang seperti kutipan ini. Banyak sekali kita liat dijalan – jalan orang – orang yang masih sehat dan mampu bekerja mengais rezeki dengan mengemis.
Padahal fisik mereka masih sangat kuat untuk bekerja lebih dari sekedar menadahkan tangan dengan wajah memelas mengharapkan kebaikan hati dari oranng lain yang memberikan uang receh.
Padahal dengan memeras keringat lebih banyak lagi mereka bisa mendapatkan uang yang lebih banyak, harga diri yang lebih tinggi dan hidup yang lebih bermakna. Itu contoh kecil yang kita semua sudah tau. Disamping itu ada lagi contoh yang cukup menarik yaitu para pendo’a sejati. Pendo’a sejati? Sebuah istilah yang saya buat sendiri untuk saudara – saudara yang gemar berdo’a namun tidak berusaha. Saya ga mengajarkan untuk tidak berdo’a, sampai detik inipun saya masih sering sekali berdo’a untuk kelancaran hidup saya dan keluarga.
Tapi marilah kita bertindak atas apa yang menjadi do’a kita, misalnya saya berdo’a kepada Tuhan untuk memperlancar saya membuat tulisan ini, tapi kalau saya ga pernah menghidupkan laptop tua dan mulai menjentikkan jari – jari saya yang jelek ini ke keyboard, tulisan ini tidak akan pernah jadi. Sama seperti saudara – saudara yang masih sangat mengharapkan jawaban atas do’a yang dipanjatkan namun tanpa tindakan mendekatkan jawaban atas do’a tersebut. Dan janganlah mudah menyerah atas usaha yang kita lakukan jika berhadapan dengan hal yang menarik yang disebut KEGAGALAN. Karena dengan kegagalan maka akan datang suatu keberhasilan. Tapi ingatlah bahwa usaha, ikhtiar, action atau apalah itu namanya harus tetap didasari atas dasar kebaikan. Karena dengan mendasarkan kebaikan dalam usaha kita maka kebahagiaan lah yang akan kita dapatkan dalam hidup kita.
Kehidupanmu adalah hak dirimu untuk mengubahnya dengan bantuan Tuhan, MAKA KAWAN MARILAH KITA BERTINDAK UNTUK MERUBAH HIDUP KITA. MARILAH BERLOMBA – LOMBA MENCARI JAWABAN ATAS DO’A YANG SELALU KITA PANJATKAN, BUKAN DENGAN CARA YANG SALAH TAPI BERTINDAKLAH DENGAN TETAP SETIA KEPADA KEBAIKAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar