Senin, 09 Mei 2011

You’re what your think. Jika kita berpikir sesuatu itu sulit maka secara otomatis otak kita akan berhenti berpikir akan solusi penyelesaian dari masalah itu, namun jika kita berpikir sesuatu itu mudah/bisa diselesaikan maka otak kita akan terus mencari solusi dan berimbas pada tindakan kita


You’re what your think, sebuah kalimat sederhana yang sudah sangat familiar bagi kita semua. Sudah menjadi kalimat membosankan untuk didengar tapi tetap memiliki arti yang nyata jika kita dapat memahami kekuatan dari kalimat sederhana tersebut.
Banyak dari kita yang merasa mendapat kesulitan, cobaan, halangan, rintangan dan lain sebagainya yang membuat kita merasa tidak beruntung karena kesulitan tersebut. Bahkan tidak jarang membuat kita putus asa untuk mencari solusi dari kesulitan tersebut. Tanpa mengurangi rasa kagum gw terhadap pembaca tulisan ini, gw tetep menggunakan kata “kita” bukan dengan maksud meremehkan namun gw bermaksud mengajak aja.
Bukan rahasia lagi kalau kita mengeluh jika mendapat kesulitan, gw pernah mengalami kesulitan yang menurut gw sangat susah untuk dilalui. Kebingungan yang sangat akan sebuah solusi membuat gw nyaris nyerah. Yap saat itu gw dapet tugas kuliah yang sangat membingungkan, gw ga tau harus memulai mengerjakan darimana. Otak gw seolah berhenti berpikir karena sudah termakan emosi pemikiran gw yang menyatakan klo tugas itu susah dikerjain dan diselesaikan.
Tapi entah kenapa saat gw coba berpikir, bahkan cenderung mencoba membohongi diri sendiri kalo gw bisa menyelesaikan tugas itu, beberapa hari kemudian seakan gw bisa melihat sebuah solusi dari tugas itu. Kasarnya gw dapet pencerahan dari kesulitan gw itu, otak gw seakan terus berpikir untuk menyelesaikan tugas itu dan bisa ditebak gw akhirnya mampu berusaha lebih keras buat menyelesaikan tugas kuliah yang sebelumnya bikin otak gw berhenti berpikir buat nyari solusinya itu. Sampe akhirya tugas gw selesai dengan hasil yang cukup memuaskan buat gw.
Sama halnya kalo kita berpikir tentang masalah lainnya, misalnya masalah keuangan. Saat lw berpikir bahwa lw adalah orang yang kekurangan, maka otak lw akan berhenti mencari kepuasan dan lw akan mudah sekali mengeluh. Akhirnya lw akan jadi orang yang gagal. Tapi coba bandingkan dengan orang – orang yang terus berpikir positif bahkan saat dia berada dalam posisi kekurangan atas alat pemuas kebutuhan yang disebut UANG. Dia tidak menyerah untuk mencari dan berusaha mendapatkan uang tambahan hingga akhirnya dia mampu keluar dari kesulitannya. Terlihat sekali kekuatan pemikiran dari diri kita sendiri.
MAKA KAWAN SEGALA SESUATU DALAM HIDUP LW, ADALAH APA YANG LW BANGKITKAN DALAM PEMIKIRAN LW. MAKA MARILAH KITA MENCOBA UNTUK SELALU BERPIKIR POSITIF ATAS SEGALA KESULITAN KARENA NISCAYA SOLUSI ITU AKAN MUNCUL.

3 komentar:

  1. Kalo ini knp agak nyindir gw ia??? agk suka ngeluh... hohohoho... (apa lo terinspirasi dr gw???) hahhaha...
    Just face what happen next and keep trying to do the best....

    BalasHapus
  2. hahaha...gw kan nulis berdasarkan pengalaman gw aja,entah itu pengalaman dari orang lain yg gw terlibat or emg pengalaman gw sendiri...
    klo agak tersindir y bisa lah,asal keluhan itu bisa dijadiin bahan introspeksi aja biar jadi lebih mantap,haha

    BalasHapus
  3. hahaha...y gw c cuman nulis yg pernah terjadi di idup gw aja,entah itu agak nyindir or ga,hahaha
    tapi lumayan lah jadi bisa buat bahan introspeksi diri...aseeek

    BalasHapus